Kondisi Covid 19 Pekanbaru Yang Kini Berada di Zona Kuning

0 Comments
Kondisi Covid 19 Pekanbaru Yang Kini Berada di Zona Kuning

Kondisi Covid 19 Pekanbaru yang kini berada di Zona Kuning, adalah bentuk keberhasilan tenaga medis di kota Pekanbaru dalam menangani gejala Covid 19 semakin meluas di Indonesia. Adapun faktor pemicu meledaknya angka Covid 19 di Pekanbaru, yaitu kedatangan penduduk dari luar kota dan luar negeri yang melakukan perjalanan berlebaran bersama keluarga.

Kota Pekanbaru dinyatakan sebagai zona positif Covid 19, dimulai sejak bulan Maret tahun 2020. Oleh karena itu, protokol kesehatan semakin diperketat dan beberapa sekolah maupun isntansi pemerintah dan swasta diliburkan, dengan penjagaan jarak yang sangat ketat melalui penerapan Social Distancing dan PSBB. Untuk penerapan PSBB sendiri diberlakukan di kota Pekanbaru selama satu bulan.

Kondisi Covid 19 Pekanbaru Yang Kini Berada di Zona Kuning
  • Syamsuar, sekaligus Gubernur Riau mengungkapkan, bahwa penanganan terhadap protokol kesehatan di wilayah kota Pekanbaru saat ini telah diberlakukan secara ketat. Sehingga akses keluar masuk masyarakat menuju ke Kota Pekanbaru, dilakukan pengurangan secara maksimal. Tujuannya adalah untuk menekan angka Covid 19 di Pekanbaru agar kehidupan masyarakat dapat berjalan normal seperti biasanya.

Dengan keberhasilan pada penerapan PSBB inilah, berangsur – angsur angka gejala Covid 19 di Pekanbaru semakin berkurang, dibuktikan dengan banyaknya pasian PDP beserta pasian Positif Covid 19 lainnya yang berangsur – angsur pulih, sehingga bisa beraktivitas kembali seperti biasanya. Dengan demikian, pada periode pertengahan  Juni kemarin, Kota Pekanbaru, tidak lagi berada di zona merah, namun telah berada di zona kuning.

Walaupun saat ini kota Pekanbaru telah berada di zona kuning, namun pemerintah selalu menganjurkan kepada masyarakat agar senantiasa selalu menjaga protokol kesehatan, dalam menjalankan rutinitas akivitas kehidupan sehari – hari, seperti menyediakan pencuci tangan, Pusat Perbelanjaan, Bank, Rumah, dan lainnya. Menjaga jarak Social Distancing, dan mengurangi kegiatan perkumpulan seperti acara pernikahan.

Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan jika gejala Covid 19 dapat disembuhkan secara optimal, apabila penerapan PPDB beserta social distancing dilakukan secara efisien dan sungguh – sungguh. Karena sejatinya, kesehatan dan perlindungan diri, yang menjaga adalah diri sendiri dan bukanlah orang lain. Walaupun saat ini, pemerintah daerah kota Pekanbaru telah menetapkan new normal, bukan berarti kesehatan bisa diacuhkan begitu saja.